Jun 15, 2011

Mengeluh itu melelahkan...

Catatan ini muncul karena ajakan di akun twitternya Mas Henry Manampiring (Group Strategic Planning Director LOWE) tentang #NoComplaintWeek

Mengeluh itu melelahkan, baik untuk diri sendiri, maupun orang lain jika terdengar.

Jujur saja, saya mengakui kalau masih sering mengeluh, entah itu dalam hati atau malah sempat terdengar orang lain. Bagi kebanyakan orang mengeluh itu seperti saklar otomatis, begitu ada sesuatu yang kurang berkenan otomatis deh muncul keluhan, entah itu terucap, entah posting status di FB atau twitter.

Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan "mengeluh", toh mengeluh itu wajar kok.
Menurut saya mengeluh itu menandakan hidup kita berwarna, tapi kebanyakan mengeluh membuat warna hidup memudar.
Dan sepertinya setiap orang bisa kok menahan agar tidak mengeluh.

Seperti ajakan #NoComplaintWeek dari mas Henry, yang berkomitmen "saya TIDAK AKAN mengeluh tentang apapun, selama satu minggu". Berat....? awalnya mungkin akan terasa berat, tapi mungkin untuk dicoba. Saya sudah mencobanya, memang berat, tapi setidaknya saya sudah punya senjata untuk "TIDAK MENGELUH".

Saya menemukan catatan menarik dari mas Henry :
• Saya menjadi “sadar” betapa seringnya saya mengeluh.
• Saya menyadari bahwa saya MAMPU untuk tidak mengeluh.

Seperti yang saya tuliskan diatas, setiap orang bisa kok menahan untuk tidak mengeluh, hanya dibutuhkan kesadaran bahwa kita mampu untuk tidak mengeluh. Kita butuh sesuatu agar bisa menahan untuk TIDAK MENGELUH.

Hastag #NoComplaintWeek bisa dijadikan sebagai contoh triger (pemicu) bagi kita untuk TIDAK MENGELUH. Bisa juga kita sharing dengan teman kita, agar kita bisa saling mengingatkan untuk minimal mengurangi kebiasaan kita "MENGELUH".

Silahkan anda coba, apa yang kita dapat dengan tidak mengeluh.
Hidup ini teramat indah seandainya tanpa mengeluh..:)
Hanya ingin sharing tentang apa yang sudah saya alami, tanpa bermaksud menggurui

Saya hanya ingin mewarnai hidup tanpa memudarkan warnanya :)