
Mochammad Raia Rasyad
Alhamdullillah telah lahir putra ke dua kami, pada hari Minggu, tanggal 11 Desember 2011 pukul 12:13 (menurut surat keterangan kenal lahir dari dokter), melalui persalinan operasi Caesar.
Komen dari teman saya sungguh menggelitik, katanya "eh mas... kamu sengaja milih operasi caesar supaya bisa dapet tanggal cantik yah...?"... haiiiaahh... apalagi ini....? tapi saya sih maklum sajalah, karena belom ngerti ceritanya.
Sungguh saya tidak punya niatan cari tanggal cantik atau di pas-pasin tanggal itu, tanggal berapapun kalo sudah waktunya lahir yo tak terimo opo onoke hehehhee...., kenapa kok sampe operasi Caesar, kira-kira kayak gini ceritanya :
10 Desember 2011
20:00 Istri saya periksa kehamilan di klinik Permata Hati Mojokerto
20:45 Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata sudah bukaan 2, setelah dibantu dokter menjadi bukaan 3
21:00 diputuskan untuk langsung menuju ruang persalinan, lalu saya sempetin pulang ke rumah untuk siap-siap... yah dengan sedikit ribet dll, supaya bisa segera kembali ke klinik nemenin istri yg lagi nunggu...:)
21:30 sudah balik ke klinik bersama anggota keluarga yg lain, sesuai anjuran dokter istri saya mondar-mandir di sekitar klinik untuk membantu proses bukaan, kalo capek diminta istirahat.
23:00 Dilakukan pemeriksaan dalam, bukaannya masih tetap belom nambah masih saja bukaan 3. Kemudian istri saya mendapat tambahan infus dan di induksi untuk menambah stamina dan mempercepat bukaan.
11 Desember 2011
00:30 Dilakukan pemerikaan bagian dalam, dan ternyata bukaannya belom nambah, masih tetep 3, detak jantung janin masih bagus. Sampai disini saya masih belom panik, kemudian menyarankan untuk di induksi (dirangsang) dan setiap 2 jam sekali diperiksa.
02:00 bukaannya sudah nambah menjadi bukaan 5, kondisi detak jantung janin masih normal dan relatif stabil. Tapi kondisi kontraksinya masih kurang kuat.
04:15 bukaannya belom nambah lagi, detak jantung janin normal.
05:00 Saya dipanggil oleh Dokter Rini (ahli kandungan yg menangani), saya diajak diskusi mengenai kemungkinan tindakan yang akan dilakukan, menurut keterangan dokter sebenarnya kandungan dan janinnya tidak ada gangguan, tapi karena sudah melewati tanggal perkiraan persalinan dan posisi hamilnya katanya hamil gantung, posisi kehamilan menggantung karena ukuran rahim dan pinggul yang kecil, jadi dokter menyarankan apabila dalam waktu 3-4 jam tidak ada perkembangan bukaan, maka diputuskan harus melalui operasi caesar. Selain itu kondisi konstraksi yg dialami istri saya masih dinilai kurang kuat untuk melahirkan secara normal. Dan pada intinya saya menerima segala apa yang disarankan oleh Dokter, demi kebaikan istri dan anak yang dikandungnya.
05:15 setelah berdiskusi dengan dokter kemudian saya menemui istri saya, saya berusaha menjelaskan kondisinya dengan sangat hati, karena dari awal Istri saya sudah bertekad untuk melahirkan secara normal seperti saat melahirkan anak pertama (Mochammad Aira Yuzreyzal). Terus terang Istri saya agak sedikit shock dengan berita itu, dia tetep bersikeras untuk melahirkan secara normal, tapi setelah berusaha meyakinkan dia akhirnya menurut apa baiknya menurut Dokter.
08:00 Kemudian dilakukan sekali lagi, bukaannya masih tetap di angka 5, detak jantung janin masih relatif normal, stamina istriku sudah mulai menurun, dia hanya bisa merasakan sakit akibat induksi, konstraksi juga masih belom terlalu kuat.
10:25 Saya kembali dipanggil dokter mengenai keputusan akhir, Dokter meminta kesediaan saya untuk segera melakukan tindakan operasi Caesar. Dan saya menyetujui saran dokter tersebut dan akan segera melakukan operasi buat istri saya tanpa puasa terlebih dahulu. Setelah tanda tangan persetujuan saya kembali ke ruangan tempat istri saya dan berusaha memberi support kepada Istri saya. Dan Istri saya akhirnya setuju meskipun agag sedikit takut dengar kata-kata "OPERASI" hehehehhe.
10:47 Kami berangkat menuju Rumah Sakit rujukan untuk sewa kamar operasi (RS Kamar Medika)
11:15 Sampai di RS, kemudian menyelesaikan administrasi persetujuan dll, sementara Istri saya dengan dibantu perawat melakukan persiapan operasi.
11:25 Istri saya sudah siap memasuki ruang operasi, dan kami berbincang dengan dokter anestesi, beliau memberikan support yang alhamdulillah membuat Istri saya semakin berani untuk menjalani operasi.
11:42 Tim dokter dan Istri saya sudah memasuki ruang operasi.
12:00 Sayup-sayup saya dan keluarga sudah mendengar tangisan bayi, tapi belom terlihat.
12:02 Ruang operasi dibuka, dokter anestesi kemudian menyalami saya, "Selamat.. anak sampeyan Laki mas... beratnya 3.8 kg cukup besar untuk ukuran Istri anda, sebentar lagi silahkan di Adzani dan Iqomah yah...Istri anda juga sehat kok tenang saja". terima kasih dokter.
12: 08 Ruang operasi kembali dibuka, perawat keluar sambil menggendong bayi. Setelah saya Adzan dan Iqomah kemudian bayi dibawah lagi ke ruang perawatan.
Menurut Dokter, operasi yg dilakukan cukup tepat, karena berat badan bayi 3.8 kg yang dikandung Istri saya itu termasuk ukuran besar, mengingat berat badan istri saya cuma 49 kg di usia kehamilan 9 bulan. Padahal meurut prediksi alat USG Dokter berat badan bayinya cuma 2.9 kg, melesetnya hampir 1 kg... hahahahha... kayaknya alatnya perlu di tera ulang tuh Dok... :)
Karena kondisi bayi yg cukup besar, dan ukuran tulang pinggul istri saya yg tidak terlalu besar, posisi bayi sudah terjepit dan tidak bisa turun, kepalanya sudah menempel di selaput rahim. Apabila ini diteruskan resikonya terlalu besar untuk bayi dan Istri saya tentunya.
Yah.. kira-kira begitulah sedikit cerita tentang proses kelahiran Putra ke Dua kami, tidak ada unsur sengaja ingin melahirkan di tanggal yang cantik....
Selamat Datang Anakku... selamat datang di dunia yang fana ini, semoga kelak engkau menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, agama dan negara. Amiiinn....













