
Saya kurang tahu apakah ada campur tangan pihak pemerintah atau tidak dalam pengelolaannya.
Pertama kali kesana dengan tujuan survey untuk pemotretan prewedding salah satu temen saya.
Tidak sulik kok untuk menuju kesana, letaknya tidak jauh dari Jembatan Merah Plasa, atau tepatnya sebelum JMP, ada jalan ke kiri, setelah itu lurus saja setelah itu ada bekas bangunan Penjara Kalisosok, ikuti saja jalan, sampai kita menemukan jalan Sampurna, letaknya di pinggir jalan.
Setelah masuk dan minta Ijin Satpam akhirnya kita berkeliling. Kalo dari depan terlihat ada 3 bangunan utama, bangunan paling ujung adalah kediaman dan sampai sekarang masih dihuni oleh beberapa kerabat dari keluarga Sampoerna. Bangunan tengah sudah difungsikan sebagai Museum, tempat menyimpan benda-benda kenangan dari keluarga Sampoerna, mulai dari meja kerja, banju pengantin dari dinasti pertama Sampoerna, Sepeda, mesin cetak untuk kertas bungkus rokok. Bangunan ini terdiri dari 2 lantai, untuk lantai dua nya dipakai untuk tempat merchandise (sayang saya belum sempat ke lantai 2) dan dari lantai 2 itu kita bisa melihat ke belakang bangunan yg masih dipakai sebagai pabrik pelintingan rokok, dan sekali lagi saya tidak bisa melihatnya karena waktu sudah sore, para pekerja pelinting rokok sudah pada pulang. Untuk bangunan Ketiga (dekat dengan pos Satpam) sekarang digunakan sebagai Cafe dengan menu2 khas dari mulai menu tradisional sampai yg menu modern.


Karena keunikan bangunannya, House of Sampoerna sering dipakai untuk pemotretan pre wedding.
Untuk pemotretan disana dengan tujuan prewedding pihak pengelola memasang charge 500rb rupiah, dengan ketentuan penggunaan bisa di museum (kecuali lantai 2), di cafe dan di semua areal museum, selama batas waktu sekitar 3 jam. Dari charge 500rb itu akan dikembalikan berupa voucher makan lho.... jadi kita bisa makan-makan setelah sesi pemotretan.
Buat temen-temen yg pengen photo prewedd dan punya konsep Retro, tempat ini cukup menarik lho...
Selamat mencoba... :)
0 comments:
Post a Comment