
Dan pagi ini saya tiba-tiba terkenang lagi pada mendiang almarhum Ayahanda tercinta.
Seperti biasanya, setiap pagi saya selalu cek linimasa twitter saya, dan pandangan saya tercekat di linimasa milik Uni Fahira Fahmi Idris (@fahiraidris), kali ini beliau memposting twit dengan hastag #Ayah, agar tidak terlupa dan terlewatkan, saya posting ulang ke blog saya ini dengan seijin beliau.
dengan sedikit perubahan kira-kira begini isi tweet beliau ....
Mungkin Ibu lebih sering menelpon untuk menanyakan keadaan kita, tapi apakah kita tahu, jika ternyata Ayah yang mengingatkan Ibu untuk menelpon kita....?
Waktu kecil, Ibu yang sering mdongeng, tapi taukah kita bahwa sepulang Ayah bekerja, beliau selalu menanyakan pada ibu, apa yang kita lakukan
Saat kita sakit batuk atau pilek, Ayah kadang membentak "sudah dibilang! jgn minum es!" atau "sudah dibilang! jangan jajan sembarangan!" Tapi taukah kamu bahwa sebenarnya ayah sangat khawatir tentang keadaan kita.
Ketika remaja, kita menuntut untuk dapat izin keluar malam, Ayah dengan tegas berkata "tidak boleh!", Sadarkah kita bahwa ayah hanya ingin menjaga kita...?
Kadang kita memaksa untuk melanggar jam malamnya, maka yang dilakukan Ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.
Ketika kita dewasa dan harus kuliah di kota lain, Ayah harus melepaskan kita.. Tahukah kita bahwa badan ayah terasa kaku untuk memeluk kita, padahal beliau ingin menangis
Di saat kita memerlukan ini-itu, untuk keperluan kuliah kita, Ayah hanya mengerutkan dahi, tapi tanpa menolak, beliau berusaha memenuhinya.
Saat kita di wisuda, Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untuk kita.. Ayah akan tersenyum dan bangga.
Sampai ketika kita mulai punya pacar atau calon istri atau suami, Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin, seringkali lewat Ibu.
Dan akhirnya.. Saat Ayah melihat kita duduk di pelaminan bersama seorang yang dianggapnya cocok, Ayahpun lega & tesenyum bahagia bersama Ibu.
Apa kita tahu, bahwa Ayah sempat pergi ke belakang pelaminan dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat lega, bahagia, tapi tetap khawatir.
Setelah itu Ayah hanya bisa menunggu kedatangan kita bersama cucu-cucunya, dengan rambut yang memutih dan badan yg tak lagi kuat untuk menjaga kita.
.............
Dari beberapa tweet diatas, ada beberapa tweet yang memang belom saya lalui, karena Ayahanda tercinta sudah memenuhi panggilan Allah SWT. Tapi saya yakin Ayah akan melakukan di Alamnya sana dan saya merasakan itu. Dan sekali lagi saya sangat rindu Almarhum Ayahanda Tercinta, semoga beliau bahagia dan selalu mendapat tempat di sisi Allah SWT.
Dan sekarang posisi saya sudah menjadi Ayah.... apakah saya bisa seperti itu... semoga Allah SWT selalu menjaga dan meridhoi langkah saya dan keluarga... Amiiiinnn
...
6 comments:
Bagus sekali postingannya kang Bartley, saya akhirnya juga menjadi teringat sosok ayah saya. Terima kasih banyak saya seolah - olah diingatkan untuk selalu mendo'akannya.
hiks,
selalu teringat ayah kalu baca postingan kayak gini, air mata langsung jatuh tanpa bisa terbendung #dasarcengeng
hehehe
btw, Selamat menjadi ayah untuk dua orang jagoan kecil ya bang...
Semoga selalu dimudahkan sama Allah untuk merawat dan menjaga mereka,
Amin
Nice post, semoga esok bisa menjadi ayah yang terbaik buat anak saya nanti. Amin
Mudah-mudahan ayah anda tersenyum disana ketika bangga mempunyai anak seperti anda. :)
terima kasih buat semuanya sudah mengunjungi blog sederhana saya ini.. :)
Post a Comment