Jan 7, 2014

NUTRISI UNTUK "MATA"

Karya ini bermula dari status facebook yang saya posting tadi pagi (7 Januari 2014), tentang rencana atau anggap saja sebagai suatu target saya dalam kurun waktu 1 tahun kedepan. Anggap saja ini sebagai suatu karya eksperimen pribadi pertama di tahun 2014 ini.

Setelah posting status di FB itu saya berpikir, kira-kira karya apa yah yang akan saya buat kedepannya nanti, kebetulan saya lagi prepare pemotretan untuk iklan & kemasan produk makanan ringan. Setelah peralatan siap, kemudian teman-teman dari tim Branding & Design menyiapkan property dan material untuk photo. Karena produk makanannya berhubungan dengan sayur-sayur, maka materi photonya yah ada beberapa sayuran, diantaranya ada wortel, seledri dan bawang bombay. Dalam hati saya berpikir "naaahh... ini kayaknya asik neh kalo dibuat karya". Disela-sela pemotretan saya selipkan beberapa frame yang saya inginkan untuk keperluan karya saya nantinya.

NUTRISI UNTUK "MATA"
Kenapa NUTRISI UNTUK "MATA" taglinenya...? dan kenapa harus pakai photo wortel...?
NUTRISI atau vitamin saya asumsikan sebagai segala sesuatu asupan berupa referensi & knowledge untuk menambah daya jelajah wawasan dalam berkarya di bidang visual. Semakin banyak kita mengumpulkan referensi yang kualitasnya diakui semakin terasah pula intuisi dan selera kita dalam berkarya, dan semakin luas knowledge kita, semakin mudah pula dalam mewujudkan karya dan ide-ide kita. Maaf ini bukan bermaksud menggurui lho yah... saya hanya beropini saja... monggo saja kalo mau disanggah atau ditambahin hehhehe....
Sedangkan MATA adalah indera pertama yang menikmati suatu karya VISUAL sebelum diterima dan diolah oleh akal pikiran kita :)

Kenapa harus WORTEL...? 
Seperti yang kita ketahui, wortel merupakan sayuran yang banyak mengandung Vitamin A yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mata. Sedangkan untuk menikmati suatu karya Visual sudah pasti kita butuh MATA.

Setelah saya upload di FB dan saya tag beberapa teman dengan maksud hanya berbagi dan mencoba untuk bincang-bincang santai, ternyata tanggapannya lucu-lucu. Saya memang tidak berharap tanggapan yang serius membahas masalah konsep. Tapi setidaknya ini bisa jadi sebagai pemicu untuk berkarya.

Mari terus berkarya... :)

Salam 


0 comments: