Mar 8, 2016

#RECOVERY





Setelah sekian lama tidak menengok postingan blog, kali ini cuman pengen sedikit menulis, saya sih nggak mau janji muluk-muluk untuk aktif nge-blog lagi, cuman pengen nulis aja selagi pengen hehehhehe.... :)

Yah... #recovery, saya pengen sedikit bercerita, kenapa kemaren pas awal tahun 2016 saya sering posting di sosial media memakai tagar RECOVERY, khususnya di PATH dan status bbm. Awalnya itu tidak lain niat kepengen hidup lebih sehat dan lebih fresh.
Sebelumnya kesehatanku tiba-tiba sering drop, dikarenakan gangguan ASAM LAMBUNG atau sering disebut GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Kalau sudah kambuh, duuh... stamina jadi drop lemes, sesak napas, berkeringat tapi bukan keringat dingin.

Awalnya sekitar bulan Agustus 2015, tiba-tiba pas malam hari, dada terasa sesak, susah bernafas, nafas terasa sesak dan berat, ulu hati terasa keras, dada sebelah kiri nyeri juga, akhirnya tidak pikir panjang saya langsung berangkat ke UGD RS Muhammadiyah Gresik di temani istri saya. Setelah diperiksa dan di observasi oleh dokter jaga, akhirnya dokter men dignosa kalo saya cuman kecapekan dan produksi asam lambung agag tinggi, jadi asamnya akhirnya mendesak sampe ke ulu hati yang menyebabkan sesak napas, akhirnya cuman diberi resep untuk mengatasi asam lambung dan vitamin. Dokter menyarankan saya untuk lebih banyak istirahat dan tidak banyak pikiran yang mengakibatkan stress. Alhamdulillah setelah itu serangan asam lambung agag meredah, tapi beberapa kali muncul mendadak, tiba-tiba sesak napas, panik dan merasa gagal bernafas. Sampai akhirnya sekitar bulan September 2015 saya mendapat job motret di Manado, disaat di bandara Juanda Surabaya menjelang saya berangkat ke Manado, tiba-tiba perasaan mulai nggak enak menyelimuti, kebetulan memang saya agag sedikit capek, yang saya kuatirkan adalah kalo tiba-tiba gangguan asam lambung datang. Dan akhirnya bener-bener kejadian deh.... saat menunggu pesawat yang agag delay, posisi masih di boarding room, tiba-tiba mulai deh sesak napas, keringat sudah mulai keluar, sampai-sampai wajah penuh keringat, sebelah-sebelah saya jadi ikutan panik dan mencoba menanyakan keadaanku...
"mas kenapa mas, kok keringetan gitu...? mas sakit yah...?" tanya dia
"iya mas, ini aku agag gag enak badan, sesek napas" jawabku singkat
"lebih baik lapor aja mas ke petugasnya, biar bisa di periksa di klinik bandara mas, mumpung belom berangkat..." sahutnya.

Langsung saja saya menuju petugas yang ada di gate masuk dan melaporkan keadaan kesehatan saya, dan petugasnya menyarankan saya untuk segera ke klinik bandara, nah disaat saya mau ambil tas laptop yg saya taruh dibawah, tiba-tiba vertigo ku dateng, dan tiba-tiba bruuuukkk... aku limbung dan tersungkur.... petugas yang menyarankan saya dengan sigap menolong saya memapah saya untuk berdiri dan mengantar saya sampai ke klinik, setelah sampai di klinik, setelah di periksa sama dokter bandara, observasi ini dan itu, akhirnya dokter memberikan surat rekomendasi TIDAK LAYAK TERBANG, dikarenakan kondisi asam lambung yang menyebabkan sesak napas.
Akhirnya petugas gate mohon pamid untuk lapor ke atasannya, agar ada solusi yg tidak saling merugikan, akhirnya atasan CS Maskapai yang saya pakai ternyata cukup kooperatif setelah di jelaskan kemungkinan-kemungkinan oleh dokter bandara, akhirnya memutuskan untuk meng-cancel tiket keberangkatan saya dan bisa refund 75%. Singkat cerita akhirnya saya pulang balik ke Gresik di jemput istri saya dan kakak saya... :) Dan buntutnya saya harus membatalkan pekerjaan yang ada di Manado...nggak papa deh asal badan sehat lagi.
Setelah kejadian di bandara itu, nggak tau kenapa kesehatan malah sering drop, merasa nggak fit dan kecapekan terus menerus, sampai beberapa kalo bolak balik ke dokter konsultasi dan lain-lain, diagnosa beberapa dokter juga hampir sama, aku kena serangan Asam Lambung yang berlebihan, produksi asam lambung yang berlebihan ternyata bermacam-macam pemicunya, diantaranya, pola makan yang sering telad, suka makan pedas, merokok, kopi (dan saya sdh berhenti minum kopi sudah lama lho), kecapekan, bahkan dokter kepercayaanku menyarankan aku untuk tidak mengendarai motor dengan jarak yang cukup jauh (karena dokter itu tahu, kalau saya selalu naik motor tiap kerja, Gresik-Surabaya PP).

Sampai akhirnya pernah di rujuk ke dokter spesialis jantung (Oktober 2015), karena sebelumnya saya merasa nyeri di bagian dada kanan dan kiri. Setelah di periksa macam-macam, sampai harus diperiksa pake alat ECG, akhirnya... alhamdulillah hasilnya jantung saya baik-baik saja (*legaaaaahhh*)
Sampai akhirnya kelegaan itu nggak berlangsung lama, setiap kali kecapekan, tiba-tiba staminaku drop, sesak napas mulai menyerang, dan buntutnya diagnose dokter pun sama, tidak jauh-jauh dari Asam Lambung atau GERD. Hampir tiap bulan selalu absen ke dokter dan absen nggak masuk kerja pula, sampai akhirnya saya benar-benar capek dengan kondisi itu, pengennya cepet-cepet berangsur membaik dan sehat lagi.

Sampai akhirnya sekitar bulan Desember 2015, setelah browsing macam-macam, berusaha tau apa itu Asam Lambung (GERD) ternyata ganguan ini banyak juga yah terkena, dan rata-rata punya gejala yang hampir sama, sampai sesak napas, badan terasa capek banget, stamina drop, ulu hati sakit, dada kiri atau kanan kadang-kadang nyeri. Sampai akhirnya saya menemukan sebuah tulisan dari seseorang yang bercerita tentang gangguan GERD dan usaha nya untuk mengatasinya... cerita lengkapnya bisa dibaca disini. Intinya beliau bercerita kalo dia berusaha meninggal kan pengobatan medis, lalu mencoba obat herbal, lalu berusaha mengubah mindset menjadi lebih positive feeling dan positive thinking.

 Berbekal tulisan mas Darwis Suryantoro tadi, akhirnya saya bertekad untuk hidup lebih sehat, terus terang setelah membaca tulisan beliau, saya seakan-akan ada energi untuk ke arah lebih baik. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk melabeli niat saya ini dengan tagar #RECOVERY dan berusaha menghitung berapa lama saya bisa merecovery kesehatan saya nantinya. Tepat tanggal 1 Januari 2016 saya mengawali niat untuk recovery, semacam resolusi untuk 2016 kedepan... hyup cukup 1 kata saja, #RECOVERY dan itu berlaku di semuanya.... semoga... :)
Terhitung mulai awal Januari 2016 saya sudah menerapkan beberapa saran yg pernah baca
- Stop Merokok
- Mengubah pola makan
- Stop Makanan Pedas
- Mengkonsumsi Temulawak yang diracik istriku sendiri
- Jadwal tidur lebih sore (meng ubah siklus tidur dan istirahat)

Tapi niat yah bukan hanya sekedar niat, saya berusaha untuk bergerak ke arah yang lebih sehat, tapi rupanya ada beberapa hal yang pernah disarankan dokter belum bisa terlaksana. diantaranya menambah porsi istirahat dan mengurangi mengendarai motor dengan jarak cukup jauh. Akhirnya aku masih tetep saja sering drop dan asam lambung mampir lagi... sampai akhirnya pas awal bulan Februari 2016. Semula saya akan mengajukan dispensasi atau ijin untuk tidak menghandle beberapa kerjaan luar kota, sampai akhirnya saya mengajukan cuti panjang unpaid leave (1-2 bulan), tapi akhirnya saya lebih di "sarankan" untuk mengundurkan diri, karena dari evaluasi dan kinerja, saya memang sudah kedodoran karena efek kesehatan saya yang menurun. Pekerjaan tidak bisa maksimal, sering absen karena kurang enak badan dan lain-lain.

Dan keputusan manajemen yang begitu tiba-tiba itu membuat program recovery saya nyaris berantakan, tapi saya cukup bersyukur Alhamdulillah, dengan adanya keputusan itu, saya bisa berkonsentrasi untuk beristirahat dan mencoba memulihkan kesehatan jasmani dan rohani saya. Dan tidak terasa, sudah 1 bulan saya tidak lagi ngantor, setelah sebulan berjuang memperbaiki mindset, alhamdulillah saya merasa lebih siap dan lebih ikhlas, mungkin ini sudah jalan dari Allah SWT.

Saya cuman pengen program #RECOVERY tetap jalan dan tetap menjadi pola pikir saya, Recovery ke hal-hal yang lebih positif, mengurangi semua hal-hal yang bersifat negatif.

SEMOGA.... dan semoga saya masih punya keinginan untuk menulis lagi... :)

......

6 comments:

Unknown said...

akhirnya posting juga mas Bar, balik kampung koq malah ngoyo kerjone mas :D
saiki kate mulai kerjo soko omah?

Barlian Amar said...

Mas Andi, hehehhehe.. iya mas... saking ngoyone sampe akhire tepar mas... hehehhe....

Darwis Suryantoro said...

Assalaamuálaikum,

Gimana kabarnya, Mas?

Sudah baikan? Saya sudah mulai bandel makan sambal lagi lhoo...

NURUL ar said...

Assalamu'alaikum.

salam kenal ya.

tau kontak pak darwisnya gk?saya juga kena asam lambung.sy mau tanya2 sama beliau supaya cara2nya dia sembuh bisa optimal saya lakuib dan gkda kesalahan lagi.thanks

Barlian Amar said...

wa alaikum salam mas Darwis
maaf saya jarang cek tulisan di blog... alhamdulillah sekarang jauh lebih baik... sudah fit...
terima kasih motivasinya....

Barlian Amar said...

wa alaikum salam mbak Nurul, saya cmn tahu facebook nya saja mbak...